KOMPAS.TV – Polisi mulai mengusut dugaan penyerangan dan penganiayaan terhadap Koordinator Sosial Politik BEM Universitas Indonesia, Hafidz Hernanda, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Hafidz diduga tiba-tiba diserang saat mengendarai motor hingga terjatuh. Ia juga mengalami kekerasan fisik hingga perampasan yang membuat telepon selulernya raib. Korban berhasil merebut tas jinjing pelaku yang berisi sarung, sandal, dan lakban.
Menindaklanjuti teror tersebut, Ketua DPR Puan Maharani meminta polisi segera mengusut dan menemukan pelaku. Puan juga meminta Komisi III DPR mengawasi kasus tersebut.
Sementara itu, Universitas Indonesia menyatakan tidak membenarkan segala bentuk kekerasan dan akan memberikan pendampingan kepada Hafidz.
#hafidzhernanda #bemui #universitasindonesia #puanmaharani #penganiayaan #teb
et