JAWA TENGAH, KOMPAS.TV - Dampak kemarau panjang membuat sebuah embung di Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Boyolali, Jawa Tengah, mengering dan nyaris tidak menyisakan air.
Tanah di dasar embung retak dan mengeras. Rumput juga mulai tumbuh di sebagian dasar embung. Embung dengan volume tampungan 700 ribu meter kubik ini berangsur surut sejak Agustus lalu, padahal Embung ini menyuplai pasokan air bersih bagi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Ampera Boyolali.
Direktur Utama Perumda Tirta Ampera Boyolali menjamin pasokan air bersih untuk pelanggan PDAM Boyolali hingga akhir 2026 masih aman.
Sementara itu, kekeringan di Kabupaten Sragen meluas hingga 20 desa di delapan kecamatan. Warga terpaksa membeli air karena bantuan air bersih tidak datang setiap hari.
Di Desa Kowang, Kecamatan Sumberlawang, warga membeli air seharga hingga Rp50 ribu per 1.000 liter. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sragen per 4 Oktober 2026, sebanyak 5.684 KK atau lebih dari 19 ribu jiwa terdampak kekeringan.
Kemarau panjang membuat sejumlah wilayah Jawa Tengah mengalami krisis air bersih dan gagal panen.
#kemarau #kekeringan #krisisair #jawatengah
Baca Juga Kemarau Panjang! Boyolali Alami Krisis Air Bersih, 38 Ribu Warga Terdampak | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/693859/kemarau-panjang-boyolali-alami-krisis-air-bersih-38-ribu-warga-terdampak-kompas-siang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/694454/kekeringan-meluas-di-jateng-embung-mengering-dan-warga-alami-krisis-air-sapa-siang