JAKARTA, KOMPASTV - Acara peringatan keagamaan yang digelar warga di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mendapat protes dari sejumlah warga.
Protes muncul setelah penggunaan kembang api hingga larut malam dinilai mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Penggunaan kembang api berlangsung pada Minggu (4/10/2026) dini hari dan disebut berlangsung hampir satu jam.
Suara dentuman tersebut dikeluhkan warga, salah satunya Amanda Andono.
“Ini suaranya dentuman seperti suara bom, gak selesai-selasai, di 1 menit pertama 2 menit pertama, dentuman buat anak saya yang cerebal palsy sensitive dengan dentuman hingga kejang," kata Warga Amanda, Senin (5/10/2026).
Amanda mengatakan dirinya sempat memilih untuk bertoleransi. Namun, karena suara kembang api terus berlangsung hingga belasan menit, ia kemudian keluar rumah untuk memprotes.
“Saya toleransi, tapi gak selesai hingga menit ke 5. Saya punya ibu 76 tahun kondisinya sudah tua sampai menit ke 15 enggak berhenti, saya langsung keluar, dan akhirnya lari menuju saya dan menyerang saya. Enggak Cuma 1 orang,” lanjutnya.
Amanda mengaku mendapat serangan setelah menyampaikan protes.
Menanggapi persoalan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajarannya membatasi penggunaan petasan dan kembang api, terutama jika berlangsung hingga larut malam.
Pramono mengaku telah mengikuti persoalan tersebut dan meminta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah agar kegiatan masyarakat tidak mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga.
"Karena bagaimanapun tidak eloklah bahwa sudah jam satu malam masih menyembunyikan petasan dan sebagainya. Kebetulan anaknya ibu tadi kan memang sensitive berhadap petasan dan sebagainya," kata Pramono.
Video Editor: Vila
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/694351/viral-kembang-api-di-acara-maulid-ini-respons-gubernur-pramono