Seorang tentara AS yang selamat dari serangan Iran di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait, pada 1 Maret 2026, mengatakan dirinya dan sejumlah prajurit lain sebelumnya telah memperingatkan soal kerentanan fasilitas tersebut terhadap serangan drone. Dalam serangan paling mematikan terhadap pasukan AS sejak Operasi Epic Fury dimulai pada 28 Februari itu, enam tentara tewas dan puluhan lainnya terluka. Sejumlah prajurit mengatakan peringatan mereka diabaikan dan ada keputusan untuk memindahkan pasukan dari bunker ke lokasi yang dinilai lebih rentan.
Kesaksian 13 tentara kepada Associated Press juga mengungkap dugaan bahwa para komandan lebih fokus menghadapi ancaman rudal dan tidak siap menghadapi perang drone. Beberapa korban luka bahkan mengatakan cedera serius mereka tidak ditangani dengan cepat atau memadai. Angkatan Darat AS telah menyelesaikan penyelidikan pada Juni 2026, tetapi hingga kini belum merilis laporan resminya dengan alasan masih harus menyunting informasi sensitif.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Arini Kusuma Jati
Video Editor: Arini Kusuma Jati
Produser: Arini Kusuma Jati
Music: National Agenda (AI)
#Global #Perang ##cclabs #ASVsIran #PerangASIran