KOMPAS.TV - Lalu lintas di sebagian Kota London, Inggris, lumpuh akibat unjuk rasa besar-besaran pro-Palestina. Demonstran memprotes tindakan militer Israel di Gaza dan Tepi Barat Palestina.
Massa turun ke jalan, mengibarkan bendera Palestina dan memblokade jalan. Mereka meneriakkan yel-yel bebaskan Palestina.
Mereka juga menyerukan stop pengiriman senjata ke Israel. Selain itu, demonstran menuntut ditutupnya bisnis perusahaan pertahanan Israel yang beroperasi di Inggris.
Unjuk rasa besar-besaran ini pecah di tengah berlanjutnya serangan Israel di Gaza, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan hampir satu tahun yang lalu.
Seribu empat ratus lima puluh empat orang tewas dalam gencatan senjata yang berlaku sejak 11 Oktober 2025, menambah total korban tewas sejak 2023 dengan jumlah 74 ribu 237 orang.