KOMPAS.TV – Kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan, bertahan pada level berbahaya akibat polusi asap karhutla. Kondisi ini terjadi sejak Jumat hingga Sabtu pagi (3/10/2026).
Konsentrasi partikulat PM2,5 di Palembang mencapai 503 mikrogram per meter kubik berdasarkan stasiun pemantauan BMKG. Asap yang menebal mayoritas berasal dari kebakaran lahan gambut dalam di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Di Kabupaten OKI tercatat 1.654 titik panas. Meningkatnya titik panas dan sebaran asap yang semakin pekat di Palembang membuat Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan akan menambah personel.
Lahan gambut yang terbakar berada di Kecamatan Pangkalan Lampam, Pulau Geronggang, Cengal, Mesuji, Tulung Selapan, hingga Sungai Menang.