:

Daratan Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apa Risiko yang Perlu Diwaspadai?

2 minggu lalu

Badan Geologi Kementerian ESDM mendeteksi penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau setelah erupsi pada 4 hingga 6 September 2026. Berdasarkan evaluasi citra satelit Sentinel, penambahan daratan mencapai 32,8 hektare. Selain itu, terdeteksi dua gumuk yang menyerupai pulau kecil di sektor barat laut dan tenggara. Proses pembentukannya masih dalam tahap verifikasi.

Material baru di sekitar gunung api aktif belum tentu stabil. Risiko yang perlu diperhatikan mencakup lontaran material pijar, aliran lava, awan panas, gas vulkanik, hingga potensi longsoran atau runtuhan material ke laut. Masyarakat, nelayan, dan pelaku pelayaran diimbau mengikuti rekomendasi PVMBG, termasuk menjauhi kawah utama dalam radius 2 kilometer dan dua daratan baru dalam radius 1 kilometer.

Simak selengkapnya dalam video berikut ini.

Penulis: Fajar Riyanto

Video Editor: Fajar Riyanto

Narator: Fajar Riyanto 

Produser: Abba Gabrillin

#Peristiwa #Bencana #vjlab #AnakKrakatau #GunungApi #Erupsi #BadanGeologi #PVMBG #CucuKrakatau #Unik #Gunung

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke