JAKARTA, KOMPAS.TV – Terdakwa kasus ijazah Jokowi, Roy Suryo, dan kuasa hukumnya, Refly Harun, menyoroti surat dakwaan JPU usai sidang eksepsi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (24/9/2026).
“Yang paling fatal, tiba-tiba ada Undang-Undang ITE dan Pasal 433 dan 434, Undang-Undang ITE untuk alat bukti elektronik itu tadinya untuk hacking dan lain sebagainya. Sedangkan alat bukti utama yang disajikan katanya itu sosok ijazah fisik, ijazah fisik itu tidak bisa diperiksa dengan Undang-Undang ITE,” lanjutnya.
Kuasa hukum Jokowi, Firman Pangaribuan, menyebut eksepsi Roy Suryo prematur.
Baca Juga Fakta-Fakta Kubu Roy Suryo Singgung RJ Rismon dalam Nota Perlawanan di Sidang Kasus Ijazah Jokowi di https://www.kompas.tv/nasional/692548/fakta-fakta-kubu-roy-suryo-singgung-rj-rismon-dalam-nota-perlawanan-di-sidang-kasus-ijazah-jokowi
Rismon Sianipar hingga Andi Azwan juga turut mengomentari nota perlawanan Roy Suryo.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/692564/beda-kuasa-hukum-jokowi-rismon-vs-roy-suryo-refly-harun-usai-sidang-eksepsi-kasus-ijazah-parasot