JAKARTA, KOMPAS.TV - Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,75%, dengan Deposit Facility 4,75% dan Lending Facility 6,50%.
Keputusan ini diambil di tengah tekanan global yang meningkat, termasuk penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil surat utang Amerika Serikat, serta ketidakpastian geopolitik dan harga komoditas.
Baca Juga FULL! Basarnas Ungkap Nasib Pencarian 7 Korban Arupadatu 1: Operasi Diperpanjang 3 Hari di https://www.kompas.tv/video/692199/full-basarnas-ungkap-nasib-pencarian-7-korban-arupadatu-1-operasi-diperpanjang-3-hari
Dewan Gubernur BI menjelaskan kebijakan tersebut tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung pencapaian sasaran inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam konferensi pers RDG BI, Destry Damayanti dan jajaran Dewan Gubernur juga memaparkan berbagai langkah untuk memperkuat stabilitas rupiah dan mendorong aliran modal masuk, termasuk optimalisasi intervensi pasar valuta asing dan penguatan insentif lindung nilai.
BI tetap memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 berada di kisaran 4,9–5,7%, sementara inflasi Agustus 2026 tercatat 3,19% secara tahunan.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Novaltri
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/692233/full-destry-dewan-gubernur-ungkap-bi-tahan-suku-bunga-5-75-fokus-jaga-rupiah-di-tekanan-global