KOMPAS.TV – Warga Iran berunjuk rasa dengan mengenakan seragam tempur, membawa bendera, dan mengangkat senjata sebagai bentuk kesiapan untuk angkat senjata.
Pemerintah Iran mengklaim aksi tersebut menjadi demonstrasi terbesar sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada Februari 2026.
Beberapa hari sebelumnya, media pemerintah Iran terus mendorong warga untuk bergabung sebagai lapisan keamanan tambahan bagi Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC. Kepala IRGC, Jenderal Hassan Hassanzadeh, mengklaim 600 ribu warga telah mendaftar untuk berpartisipasi.
Dalam aksi tersebut, militer Iran juga memamerkan sejumlah jenis drone yang digunakan untuk operasi di Selat Hormuz.