Ternyata, di balik satu porsi MBG, ada banyak hal yang harus dipastikan aman!
Seperti di SPPG Kalipancur, Ngaliyan, Semarang, 1.861 penerima manfaat dilayani setiap hari, termasuk siswa sekolah luar biasa (SLB).
Bukan cuma soal kenyang dan bergizi. Menu juga disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat. Untuk siswa SLB dengan kebutuhan diet tertentu, bahan seperti makanan tinggi tepung, cokelat, dan pemanis buatan dihindari.
Keamanan makanan juga menjadi perhatian. Sampel makanan, peralatan dapur, hingga tempat penyimpanan diperiksa secara berkala oleh Puskesmas Purwoyoso.
Setelah digunakan, ompreng dicuci, dibilas dengan air mengalir, lalu disanitasi menggunakan air panas. Limbah dapur juga dipisahkan dan dikelola oleh pihak ketiga bersertifikasi.
Setiap porsi MBG punya proses panjang sebelum sampai ke tangan penerima manfaat.
Seperti apa proses lengkapnya? Simak lebih lanjut di youtubue Kompas TV.