KOMPAS.TV – Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat. Minggu dini hari (6/9/2026), dua kali erupsi terjadi di tengah perairan Selat Sunda, masing-masing pada pukul 03.53 WIB dan sekitar 07.10 WIB.
Material vulkanik terlihat berjatuhan ke laut dan membuat sejumlah nelayan di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau harus berlindung serta menjauhi kawasan erupsi. Sebagian nelayan bahkan berlindung di bawah tenda perahu untuk menghindari lontaran material vulkanik.
Abu vulkanik yang terbawa angin juga mulai menyelimuti sejumlah wilayah Lampung. Di Tanggamus, hujan abu terjadi di Kecamatan Pematang Sawa, Kelumbayan, dan Cukuh Balak. Material abu vulkanik juga terdeteksi menyebar ke sejumlah wilayah di Pesisir Barat.
Erupsi juga memicu kekhawatiran warga di sejumlah wilayah Lampung. Sebagian warga mulai bersiap menuju jalur evakuasi dan memilih menjauh dari kawasan pesisir.
Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Siaga atau Level III. Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Lontaran material vulkanik, lava, dan abu masih menjadi potensi bahaya yang harus diwaspadai.
Untuk membahas potensi erupsi berikutnya dan pola aktivitas Gunung Anak Krakatau, KompasTV menghadirkan Erma Yulihastin, Peneliti Klimatologi Pusat Riset dan Teknologi Atmosfer BRIN.
#anakkrakatau #erupsi #selatsunda #lampung #banten #vulkanik
Baca Juga Membuka Jejak Erupsi Anak Krakatau, Dari Krakatau 1883 hingga Erupsi 2026 | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/689397/membuka-jejak-erupsi-anak-krakatau-dari-krakatau-1883-hingga-erupsi-2026-kompas-malam
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/689398/full-angin-jabodetabek-bawa-abu-anak-krakatau-ke-lampung-peneliti-beri-peringatan-kompas-petan