KOMPAS.TV - Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten.
Tak hanya menutupi kendaraan, abu vulkanik juga menumpuk di atap dan halaman rumah warga.
Kondisi ini membuat warga harus berulang kali membersihkan abu vulkanik yang terus terbawa angin.
Warga yang berada di kawasan wisata Pantai Anyer, Serang, Banten, juga merasakan dampak abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau. Sejumlah mobil wisatawan tertutup debu vulkanik.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Deny Mardiono, mengatakan seismograf masih merekam adanya gempa tremor menerus yang menandakan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Bukan hanya di wilayah Banten, abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar hingga ke wilayah Jakarta.
Warga di kawasan Rasamala, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, membersihkan rumah dan kendaraan mereka yang terkena abu vulkanik. Sebagian warga khawatir mengalami gangguan pernapasan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta warga di wilayah yang terdampak abu vulkanik agar mengurangi aktivitas di luar rumah.
Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda berstatus siaga atau level tiga sejak dua Juli lalu. Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau meningkat sejak erupsi pada Jumat malam kemarin.
Anak Krakatau masih erupsi sejak Jumat lalu dan kini berdampak pada penerbangan, hingga mulai mengancam kesehatan akibat hujan abu vulkanik.
Kita bahas hal ini bersama pakar vulkanologi Universitas Gadjah Mada, Agung Hariyoko, dan Humanitarian Manager Plan Indonesia, Enos Ndapareda.
Baca Juga Penerbangan Dibatalkan Imbas Erupsi, Penumpang Ramai-Ramai 'Refund' Tiket | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/689385/penerbangan-dibatalkan-imbas-erupsi-penumpang-ramai-ramai-refund-tiket-kompas-malam
#anakkrakatau #erupsi #abuvulkanik #hujanabuvulkanik
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/689386/waspada-pakar-vulkanologi-plan-indonesia-soroti-soal-abu-vulkanik-imbas-erupsi-anak-krakatau