MALANG, KOMPAS.TV - Di tengah perkembangan zaman yang pesat, tradisi kuliner bubur suro ini masih terus dilestarikan oleh warga Madyopuro, Kota Malang. Setiap tahun baru Islam, warga yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis Kampung Gribig Religi bergotong royong membuat bubur suro.
Bubur ini terbuat dari beras ketan yang disajikan dengan topping telur, abon, dan tempe. Cara memasaknya pun masih menggunakan cara tradisional yakni dengan tungku dan kayu bakar.
Ketua Pokdarwis Kampung Religi Ki Ageng Gribig, Devi Arif, mengatakan tradisi bubur suro ini rutin digelar sebagai penanda tahun baru Islam. Tradisi turun-temurun ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus sarana mempererat kebersamaan warga di kawasan Kelurahan Madyopuro.
"Di kompleks makam Ki Ageng Gribig ini memang punya tradisi rutin jelang tahun baru Islam. Kita selalu membuat jenang suro atau bubur suro yang sering kita sebut Mbabar Suro." Kata Devi.
Sementara itu, Lurah Madyopuro Fredy Johari menyambut baik upaya warga yang konsisten melestarikan tradisi ini. Menurutnya, sebagian masyarakat di Kelurahan Madyopuro masih memegang erat tradisi dan budaya leluhur.
Bubur suro yang sudah dibuat selanjutnya akan dibagikan kepada warga sekitar dan peziarah yang datang ke Makam Ki Ageng Gribig.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/675175/tradisi-memasak-bubur-suro-sambut-tahun-baru-islam