:

Dilantik jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo, Said Iqbal Klaim Tetap Kritis dan Bela Buruh

3 jam lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, membantah anggapan bahwa akses kepada Presiden Prabowo Subianto sulit diperoleh. 

Keduanya mengaku memiliki ruang yang cukup untuk menyampaikan masukan secara langsung kepada kepala negara.

Budiman menjelaskan, dalam berbagai rapat terbatas yang dipimpin Presiden, komunikasi tidak berjalan satu arah.

Menurut Budiman, forum tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai usulan kebijakan, termasuk yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan.

Ia mencontohkan saat mengajukan gagasan penanggulangan kemiskinan tanpa tambahan beban APBN.

Budiman mengatakan Presiden merespons usulan tersebut dengan terbuka dan meminta kajian lanjutan mengenai instrumen teknologi yang diperlukan.

Senada dengan Budiman, Said Iqbal mengaku memiliki pengalaman langsung berkomunikasi dengan Presiden terkait isu kesejahteraan buruh, khususnya soal kenaikan upah minimum. 

Said juga membantah anggapan bahwa kedekatan dengan pemerintah membuat gerakan buruh kehilangan independensi.

Ia mencontohkan keputusan kelompok buruh tetap menggelar aksi May Day di DPR meski dirinya kini berada di lingkungan Istana.

Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/c7-VobVdbQM 

#prabowo #menteri #kabinet

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/674105/dilantik-jadi-penasihat-khusus-presiden-prabowo-said-iqbal-klaim-tetap-kritis-dan-bela-buruh

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke