JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, membantah anggapan bahwa akses kepada Presiden Prabowo Subianto sulit diperoleh.
Keduanya mengaku memiliki ruang yang cukup untuk menyampaikan masukan secara langsung kepada kepala negara.
Budiman menjelaskan, dalam berbagai rapat terbatas yang dipimpin Presiden, komunikasi tidak berjalan satu arah.
Menurut Budiman, forum tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai usulan kebijakan, termasuk yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan.
Ia mencontohkan saat mengajukan gagasan penanggulangan kemiskinan tanpa tambahan beban APBN.
Budiman mengatakan Presiden merespons usulan tersebut dengan terbuka dan meminta kajian lanjutan mengenai instrumen teknologi yang diperlukan.
Senada dengan Budiman, Said Iqbal mengaku memiliki pengalaman langsung berkomunikasi dengan Presiden terkait isu kesejahteraan buruh, khususnya soal kenaikan upah minimum.
Said juga membantah anggapan bahwa kedekatan dengan pemerintah membuat gerakan buruh kehilangan independensi.
Ia mencontohkan keputusan kelompok buruh tetap menggelar aksi May Day di DPR meski dirinya kini berada di lingkungan Istana.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/c7-VobVdbQM
#prabowo #menteri #kabinet
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/674105/dilantik-jadi-penasihat-khusus-presiden-prabowo-said-iqbal-klaim-tetap-kritis-dan-bela-buruh