Nilai tukar rupiah sempat menembus level psikologis Rp 18.000 per dollar AS akibat eksodus dana investor global yang beralih ke negara maju demi mencari aset aman (safe haven).
Selain faktor global, tekanan domestik seperti tingginya beban impor minyak, pembayaran utang jatuh tempo, hingga penurunan prospek peringkat utang Indonesia turut memperlemah mata uang Garuda.
Pelemahan rupiah ini berpotensi memicu inflasi yang berdampak pada lonjakan harga barang-barang seperti produk elektronik, pakaian, otomotif, hingga material bangunan yang dapat menggerus daya beli masyarakat.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis naskah: Katarina Astriyani Setyaningsih
Narator: Katarina Astriyani Setyaningsih
Video editor: Angelia Elza Berliana Sari
Produser: Dandy Bayu Bramasta
#Ekonomi #Finansial ##kompascomlab #RupiahMelemah #Indonesia
Music: Thunder - Telecasted