JAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang melemah dinilai tidak hanya dipengaruhi faktor eksternal seperti konflik geopolitik di Timur Tengah, tetapi juga dipicu persoalan domestik, terutama menyempitnya ruang fiskal pemerintah.
Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI, Teuku Riefky, mengatakan tekanan terhadap rupiah berasal dari kombinasi faktor global dan domestik.
Namun, faktor domestik dinilai memiliki peran yang lebih besar karena memengaruhi kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
"Satu adalah dari sisi eksternal. Kita belakangan ini menghadapi konflik geopolitik di Timur Tengah. Ini membuat tekanan terhadap nilai tukar banyak negara berkembang termasuk Indonesia karena adanya flight to safety dari mata uang US dolar ke negara-negara maju," kata Teuku Riefky dalam program Kompas Bisnis, Senin (1/6/2026).
"Kedua ini yang mungkin lebih besar peranannya adalah faktor domestik," lanjut Teuku Riefky.
Baca Juga Jawab Al Jazeera, Purbaya Yakin Rupiah akan Menguat Seiring Pertumbuhan Ekonomi di https://www.kompas.tv/nasional/672049/jawab-al-jazeera-purbaya-yakin-rupiah-akan-menguat-seiring-pertumbuhan-ekonomi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/ekonomi/672209/rupiah-dekati-rp18-000-lpem-ui-soroti-masalah-fiskal-hingga-kepercayaan-investor