KOMPAS.TV - Upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran masih menghadapi jalan buntu.
Meski beredar kabar bahwa draf kesepakatan sempat mendekati tahap penandatanganan, sejumlah isu krusial masih menjadi penghalang tercapainya kesepakatan final.
Alumnus Rajaratnam School of International Studies NTU, Rico Marbun, menilai kebuntuan negosiasi tidak hanya berkaitan dengan program nuklir Iran.
Sementara itu, pengamat militer Anton Aliabbas mengatakan peluang Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran masih berada di bawah 50 persen.
Menurutnya, AS lebih membutuhkan tercapainya kesepakatan dibandingkan melanjutkan konflik terbuka.