AS, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan dirinya menolak Rusia atau China mengambil stok uranium milik Iran.
Hal tersebut disampaikan Trump dalam rapat kabinet di Washington pada Rabu (27/5/2026).
Menurut Trump, langkah tersebut tidak akan membuat Amerika Serikat merasa nyaman.
“Itu tidak akan membuat saya nyaman,” kata Trump.
Rusia dan China diketahui memiliki hubungan dekat dengan Teheran.
Sejumlah analis nuklir menyebut kedua negara dapat menjadi pihak ketiga yang berpotensi diterima Iran untuk menyimpan stok uranium sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan Amerika Serikat guna mengakhiri perang.
Namun, Trump tampaknya menutup kemungkinan tersebut.
Dalam perjanjian nuklir tahun 2015 yang dinegosiasikan Presiden Amerika Serikat saat itu, Barack Obama, Rusia sempat mengambil stok uranium pengayaan tinggi milik Iran.
Trump juga menyinggung soal Selat Hormuz dan mengatakan Oman harus “bersikap seperti negara lain atau kami harus menghancurkan mereka.”
Pernyataan itu disampaikan saat Trump ditanya apakah dirinya akan menerima kesepakatan yang memungkinkan Iran dan Oman berbagi kendali atas Selat Hormuz.
Trump menegaskan Selat Hormuz harus terbuka bagi semua pihak dan tidak boleh dikendalikan oleh satu negara tertentu.
Meski begitu, ia mengatakan Amerika Serikat akan tetap “mengawasi” jalur pelayaran strategis tersebut.
Baca Juga Trump Tak Puas dengan Tuntutan Iran Akhiri Perang, Negosiasi Bakal Cepat Selesai? di https://www.kompas.tv/internasional/671484/trump-tak-puas-dengan-tuntutan-iran-akhiri-perang-negosiasi-bakal-cepat-selesai
#trump #as #iran #nuklir
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/671509/presiden-as-trump-tolak-jika-rusia-atau-china-ambil-stok-uranium-milik-iran