DPR menyoroti lemahnya rupiah yang menembus Rp 17.680 per dollar AS dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio menyoroti pelemahan rupiah di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebut mencapai 5,61 persen, namun nilai tukar justru berada di level rekor terendah terhadap dollar.
Primus menilai pelemahan rupiah bukan hanya terjadi terhadap dollar Amerika Serikat, tetapi juga terhadap sejumlah mata uang lain seperti dollar Singapura, dollar Australia, ringgit, hingga riyal, sehingga kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik terhadap kualitas dan kredibilitas BI sebagai bank sentral.
Menjawab hal itu, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, BI menjaga stabilitas pergerakan rupiah, bukan level kurs tertentu.
Perry menjelaskan indikator tersebut diukur dari volatilitas rata-rata 20 hari, dengan angka year-to-date saat ini masih stabil berada di level 5,4 persen.
Ia juga menyatakan, bahwa rupiah akan kembali menguat pada bulan Juli-Agustus.
Sumber: YouTube/TVR Parlemen
Kreatif: Blanka Rahel Maretha Joanne
Produser: Elizabeth Ayudya
~R #Rupiah #DPR