Untuk menembus blokade laut besar-besaran Amerika Serikat di gerbang Selat Hormuz sejak April 2026, Iran menerapkan berbagai taktik maritim cerdik demi tetap mengalirkan pasokan minyak mentahnya ke China. New York Times merangkum temuannya, Minggu (17/5/2026) dalam laporan tentang tiga tanker, tiga siasat, satu tujuan yakni China. Tiga tanker itu yakni Huge, Atomis, dan Salute Legend. Ketiga mengungkap sisi lemah blokade AS, tanpa perlu bertarung dengan peluru.
Tanker raksasa Huge berhasil lolos dengan mematikan sistem pelacak (transponder) dan mengambil rute alternatif yang sepi melalui Selat Lombok guna menghindari pengawasan ketat di Selat Malaka. Di sisi lain, tanker Atomis mengelabui radar sanksi AS menggunakan teknik spoofing (pemalsuan lokasi), mengubah nama kapalnya, dan secara berani mengarungi jalur padat internasional sebelum melakukan transfer kargo rahasia di perairan dekat China.
Taktik yang lebih manipulatif ditunjukkan oleh kapal Salute Legend yang memanfaatkan celah operasional militer AS karena hanya berfokus pada kapal yang keluar-masuk pelabuhan fisik Iran. Kapal berbendera Hong Kong ini tidak pernah bersandar di wilayah Iran, melainkan menerima transfer minyak antar-kapal (ship-to-ship) di laut lepas Teluk Oman secara sembunyi-sembunyi sebelum akhirnya berlayar dengan aman menuju Quanzhou, China.
Melalui kombinasi mematikan sinyal, pemalsuan identitas, dan pemanfaatan celah hukum internasional ini, blokade berlapis Washington terbukti tetap memiliki celah yang berhasil ditembus oleh armada logistik Iran.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Future - Anno Domini Beats
#Global #perang ##kompascomlab #MinyakIran #KapalTankerIran #SelatHormuz #Iran