Perang itu mahal, tapi bagi sebagian pihak, perang adalah bisnis yang sangat menguntungkan.
Di saat penutupan Selat Hormuz bikin produksi minyak dunia lumpuh dan harga meroket, Amerika Serikat (AS) langsung mendominasi pasar lewat perusahaan swastanya, sementara Rusia sukses mengantongi belasan miliar dolar AS cuma karena harga jualnya yang melambung tinggi.
Lalu, kenapa negara Teluk yang punya minyak justru boncos, dan AS-Rusia yang di luar kawasan malah panen raya?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Adinda Septia Berliana
Narator: Adinda Septia Berliana
Video Editor: Adinda Septia Berliana
Produser: Dandy Bayu Bramasta
#Global #Konflik ##Kompascomlab #Iran #Rusia #AS
Music: Annihilate - Jeremy Blake