JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi anjloknya IHSG pada pembukaan sesi pertama Senin (18/5/2026) pagi serta kembali melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Purbaya meyakini hal ini bersifat sementara dan didorong oleh sentimen jangka pendek.
Indeks Harga Saham Gabungan dibuka anjlok pada pembukaan perdagangan Senin pagi, yaitu turun 94,34 poin atau 1,4 persen ke posisi 6.628,97.
Tak hanya itu, nilai tukar rupiah di pasar spot tertekan 78 poin atau 0,44 persen ke level 17.675 per dolar Amerika Serikat.
Menkeu Purbaya menyebut, anjloknya IHSG bersifat sementara dan didorong sentimen jangka pendek.
Terkait nilai tukar rupiah, Purbaya bilang, kondisinya berbeda dengan tahun 1998, di mana adanya kebijakan yang salah dan ketidakstabilan sosial politik pascaresesi.
Rapat kerja antara Bank Indonesia dan Komisi XI DPR RI diwarnai kritik tajam terhadap pelemahan nilai tukar rupiah dan anjloknya IHSG.
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PAN Primus Yustisio menilai, pelemahan rupiah saat ini menjadi anomali di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Primus kemudian mempertanyakan kredibilitas dan tingkat kepercayaan publik terhadap Bank Indonesia dalam menjalankan tugasnya.
Baca Juga [FULL] Gubernur BI Perry Singgung Era Jokowi, SBY-Megawati Jawab DPR Terkait Nilai Tukar Rupiah di https://www.kompas.tv/nasional/669565/full-gubernur-bi-perry-singgung-era-jokowi-sby-megawati-jawab-dpr-terkait-nilai-tukar-rupiah
#rupiah #menkeupurbaya #dpr
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/ekonomi/669584/ihsg-dan-rupiah-melemah-menkeu-purbaya-buka-suara-dpr-kritik-gubernur-bi-jmp