JAKARTA, KOMPAS.TV – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menjawab sejumlah pertanyaan terkait lemahnya nilai tukar rupiah saat rapat Komisi XI DPR RI pada Senin (18/5/2026).
“Februari ada perang Timur Tengah sehingga grafik kiri atas menunjukkan risiko geopolitiknya sangat tinggi,” ujar Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
“Ini berdampak kepada pertumbuhan ekonomi global yang menurun, inflasinya tinggi, tapi harga minyak pada grafik itu meroket tinggi. Pernah Brent itu mencapai di atas 120 dan sekarang turun jadi 111. Ini juga terjadi di periode yang dulu kan, Bu Megawati pernah, Pak SBY dua kali, Pak Jokowi juga pernah,” lanjutnya.
Dalam rapat tersebut, Gubernur BI Perry juga meyakini rupiah masih stabil dan akan menguat pada Juli-Agustus.
Baca Juga Interupsi! Dolfie PDIP ke Gubernur BI Perry Sebut Nilai Tukar Rupiah Stabil di Rapat Komisi XI DPR di https://www.kompas.tv/nasional/669563/interupsi-dolfie-pdip-ke-gubernur-bi-perry-sebut-nilai-tukar-rupiah-stabil-di-rapat-komisi-xi-dpr
#bankindonesia #dpr #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/669565/full-gubernur-bi-perry-singgung-era-jokowi-sby-megawati-jawab-dpr-terkait-nilai-tukar-rupiah