Militer Rusia dilaporkan sukses menggelar uji coba rudal balistik antarbenua baru yang dinamakan Sarmat, Selasa (12/5/2026). Rudal ini dilaporkan dapat memuat hulu ledak nuklir.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan, Sarmat memiliki kapabilitas mengangkut hulu ledak empat kali lipat lebih tinggi dibanding rudal negara-negara Barat.
Putin mengklaim Sarmat merupakan rudal terkuat di dunia.
Sarmat akan diterjunkan sebagai perlengkapan tempur mulai akhir 2026. Rudal ini didesain untuk menggantikan rudal nuklir Voyevoda era Uni Soviet.
Rudal Sarmat yang disebut "Satan II" oleh negara-negara Barat mulai dikembangkan sejak 2011. Pada 2024, otoritas Rusia sempat menguji coba rudal tersebut, tetapi gagal hingga menimbulkan ledakan di fasilitas peluncuran.