JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz terus berlanjut. Presiden AS Donald Trump bahkan menangguhkan proyek “freedom” yang sebelumnya diumumkan. Langkah ini memunculkan pertanyaan, apakah terjadi pergeseran arah negosiasi atau adanya tekanan dari Iran yang mendorong perubahan kebijakan tersebut.
Pakar Intelijen dan Keamanan Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta, menilai langkah Amerika Serikat mencerminkan upaya mencari jalan keluar dari konflik dengan Iran, meski dinilai tidak menunjukkan posisi yang kuat.
Sementara itu, pengamat Timur Tengah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Nostalgiawan, menilai Iran tetap mampu bertahan meski menghadapi tekanan ekonomi dan inflasi tinggi. Ia juga menilai proyek “freedom” yang diklaim sebagai misi kemanusiaan berpotensi hanya menjadi strategi militer sekaligus upaya menunjukkan pengaruh di Selat Hormuz.
Editor: Lintang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/667375/full-bongkar-skema-taktik-perang-amerika-serikat-vs-iran-di-selat-hormuz