KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump meremehkan kemampuan militer Iran dan menyebut Teheran seharusnya mengibarkan bendera putih tanda menyerah.
Trump menilai militer Iran telah melemah. Ia juga mengklaim Iran sebenarnya ingin membuat kesepakatan, meskipun secara terbuka menunjukkan ancaman militer.
Di tengah makin panasnya situasi di Timur Tengah, Menteri Luar Negeri Iran bertemu dengan Menlu Tiongkok.
Iran membutuhkan dukungan Tiongkok, setelah Menlu AS meminta Tiongkok untuk menekan Iran agar melonggarkan cengkeraman Teheran di Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan, rencana AS untuk memandu kapal melalui Selat Hormuz, yang dijuluki "proyek kebebasan," justru akan berubah menjadi "proyek kebuntuan".
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Araghchi memperingatkan bahwa seiring kemajuan pembicaraan dengan mediasi Pakistan, AS harus waspada agar tidak terseret kembali dalam perang terbuka.
Iran masih memegang kendali ketat atas Selat Hormuz sejak konflik dimulai, yang berdampak pada terhambatnya aliran besar minyak, gas dan pupuk ke ekonomi global.
Di sisi lain, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Baca Juga AS dan Negara Teluk Ajukan Resolusi DK PBB Kecam Iran Blokade Selat Hormuz | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/667341/as-dan-negara-teluk-ajukan-resolusi-dk-pbb-kecam-iran-blokade-selat-hormuz-kompas-petang
#iran #trump #amerika
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/667351/trump-sebut-militer-iran-melemah-desak-kibarkan-bendera-putih-tanda-menyerah-kompas-petang