KOMPAS.TV - Konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel masih berlarut-larut.
Yang terbaru, Iran ajukan proposal kepada Amerika Serikat terkait ketegangan yang berlangsung.
Laporan ini pertama kali diungkap Kantor Berita Tasnim, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu (2/5/2026).
Proposal Iran ke AS yang berisi 14 poin sebagai tanggapan atas proposal berisi 9 poin dari Amerika Serikat.
Iran percaya, isu-isu yang ada harus diselesaikan dalam 30 hari dan negosiasi harus difokuskan pada penghentian perang, bukan sekadar memperpanjang gencatan senjata.
Pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian blokade laut Amerika Serikat, pencabutan sanksi ekonomi, pencairan aset Iran yang dibekukan, jaminan tidak ada serangan di masa depan juga termasuk dalam proposal.
Iran memasukkan sejumlah tuntutan kunci yang dianggap sebagai syarat untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Pemerintah Iran juga menegaskan Selat Hormuz masih di bawah kendalinya.
Dan kapal-kapal yang ingin melewatinya harus terlebih dulu mendapatkan izin dari Angkatan Laut Iran untuk memastikan keselamatan mereka.
Iran menyebut Presiden AS Donald Trump berbohong ketika mengklaim sedang berupaya membuka jalur di Selat Hormuz karena alasan kemanusiaan.
Iran menegaskan, negaranya akan menang jika konfrontasi meningkat dan Presiden Trump tidak dapat mengembalikan keadaan seperti sebelum perang.
Apakah syarat Iran ke Amerika yang tertuang dalam 14 poin kepada bisa menghasilkan kata damai di Timur Tengah?
Kita akan membahasnya bersama Pakar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana.
Baca Juga Tegas! Reaksi Iran soal Trump Luncurkan Project Freedom di Selat Hormuz | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/667156/tegas-reaksi-iran-soal-trump-luncurkan-project-freedom-di-selat-hormuz-sapa-malam
#iran #amerika #trump
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/667181/analisis-pakar-soal-14-poin-proposal-iran-bakal-diterima-trump-kompas-malam