Reza Pahlavi, putra mahkota Iran yang hidup di pengasingan, disiram cairan merah saat meninggalkan gedung konferensi di Berlin, Jerman, Kamis (23/4/2026).
Peristiwa itu terjadi setelah Pahlavi mengkritik gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran di hadapan media.