Perairan dekat Indonesia ternyata menjadi jalur utama minyak Iran di Asia Tenggara. Meskipun terkena blokade AS dan menjadi salah satu negara dengan sanksi terbanyak di dunia, bukan berarti Iran tak punya taktik untuk melebarkan jalur ekspor minyaknya.
Iran telah menjadikan jalur perairan Asia Tenggara, khususnya di sekitar Semenanjung Malaya, sebagai hub minyak utama mereka menuju China. Aktivitas ini berlokasi sekitar seratus kilometer dari garis pantai Malaysia dan Singapura, serta Indonesia di sisi timur.
Aktivitas Ship to Ship (STS) transfer minyak menjadi sangat intens. Analisis citra satelit dari AFP menemukan pemindahan minyak antar kapal terjadi setiap pekan di wilayah itu. Transfer di laut lepas ini memungkinkan minyak dicuci dengan menyamarkan asalnya, sehingga sulit dilacak sebagai minyak Iran.
Senjata utama dari praktik ini adalah penggunaan armada kapal tua, yang dikenal sebagai ghost fleet alias kapal hantu.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Inas Rifqia Lainufar, Danur Lambang Pristiandaru Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti Narator: Daniel Kalis Jati Mukti Video Editor: Daniel Kalis Jati Mukti Produser: Marvel Dalty