Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah menerima syarat-syarat yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dalam negosiasi diplomatik.
"Spekulasi mengenai perpanjangan gencatan senjata dan diskusi-diskusi ini belum dikonfirmasi. Seperti yang saya sebutkan, pembicaraan masih terus berlangsung melalui mediator Pakistan, dan masih harus dilihat seberapa serius pihak lawan terhadap klaim mereka mengenai diplomasi; Amerika Serikat-lah yang harus membuktikan keseriusan mereka," ungkap Esmail, Rabu (15/4/2026).
Pasca-kebuntuan perundingan di Pakistan, Teheran menilai proposal Washington tidak masuk akal dan hanya merupakan bentuk "pemaksaan" yang mengabaikan hak-hak bangsa Iran.
Terkait aksi blokade angkatan laut oleh AS di Selat Hormuz, Iran memperingatkan bahwa tindakan tersebut adalah provokasi ilegal yang melanggar hukum internasional dan dapat memicu runtuhnya gencatan senjata. Baghaei menyatakan bahwa militer Iran tengah memantau situasi dengan sangat cermat dan siap memberikan respons tegas jika diperlukan.
Di tengah ketegangan ini, delegasi Pakistan yang dipimpin oleh Panglima Asim Munir mengunjungi Iran pada 15 April 2026 guna mengupayakan langkah diplomatik baru untuk meredakan situasi panas antara kedua negara tersebut.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Forging Stormbreaker - The Whole Other, Future Glider - Brian Bolger
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #Amerika #Perang #GencatanSenjata