:

Akses Ke Sekolah Dipalang, Aktivitas Belajar Lumpuh

2 hari lalu

SENTANI, KOMPAS.TV - Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Inpres Harapan Sentani, Kabupaten Jayapura, lumpuh setelah akses masuk ke sekolah tersebut dipalang oleh pemilik lahan. Kondisi ini menyebabkan ratusan siswa tidak dapat mengikuti proses pembelajaran.

Sejak tiga hari terakhir, kegiatan belajar di sekolah tersebut terhenti total. Sebanyak 421 siswa terdampak dan terpaksa tidak bersekolah akibat tidak dapat mengakses lingkungan sekolah.

Pemilik lahan, Godlif Ohee, menyatakan bahwa lahan seluas 6.904 meter persegi yang digunakan untuk bangunan sekolah memiliki sertifikat resmi atas namanya. Ia mengaku pemalangan dilakukan karena Pemerintah Kabupaten Jayapura belum menyelesaikan pembayaran lahan tersebut selama hampir 40 tahun.

Sementara itu, pihak sekolah menyayangkan tindakan pemalangan yang dinilai merugikan siswa, terutama bagi siswa kelas enam yang tengah mempersiapkan ujian. Kepala sekolah, Suhartini Hidayah, menyebut kondisi ini sangat mengganggu proses pendidikan.

Sebagai langkah darurat, kegiatan belajar mengajar untuk sementara dipindahkan ke sekolah lain, yakni SMP Negeri 4 Jayapura dan SMA Lentera Harapan, guna menghindari kekosongan pembelajaran.

Kasus pemalangan akses sekolah ini bukan yang pertama terjadi. Pada Maret 2025, tindakan serupa sempat dilakukan dan sempat diproses oleh kepolisian setempat.

Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan sengketa lahan tersebut, sehingga para siswa dapat kembali belajar secara normal di lingkungan sekolah mereka.
 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/663381/akses-ke-sekolah-dipalang-aktivitas-belajar-lumpuh

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke