Iran diduga memanfaatkan teknologi citra satelit berbasis kecerdasan buatan (AI) dari perusahaan China untuk menentukan target serangan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah. Penilaian intelijen AS menyebut analisis citra satelit berbasis AI itu membantu Iran mengidentifikasi target secara lebih presisi. Informasi itu pertama kali disampaikan oleh sumber internal Defense Intelligence Agency (DIA) kepada ABC News.
Menurut sumber tersebut, Pentagon meyakini Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memanfaatkan data citra satelit yang telah diproses AI untuk menentukan target serangan, baik menggunakan rudal maupun drone. DIA menyebut publikasi citra satelit berbasis AI itu berpotensi membahayakan keselamatan pasukan AS dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Musayadah Khusnul Khotimah Narator: Musayadah Khusnul Khotimah Video Editor: Maria Utari Dewi Produser: Musayadah Khusnul Khotimah