Komando Pusat AS (CENCTOM) menyatakan akan menerapkan blokade terhadap lalu lintas di Selat Hormuz mulai, Senin (13/4/2026). Penerapan blokade ini akan membuat lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran akan semakin terbatas. CENTCOM mengatakan mereka tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz ke dan dari pelabuhan non-Iran.
Laksamana purnawirawan James Stavridis mengatakan blokade Selat Hormuz akan mebutuhkan dua gugus tempur laut kapal induk untuk memberikan perlindungan udara. Selain itu, dibutuhkan selusin kapal perusak dan fregat yang beroperasi di luar Teluk persia. Lalu, enam kapal perang AS dan kapal-kapal dari angkatan laut Uni Emirat Arab dan Arab Saudi akan ditempatkan di dalam Teluk.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Musayadah Khusnul Khotimah Narator: Musayadah Khusnul Khotimah Video Editor: Maria Utari Dewi Produser: Musayadah Khusnul Khotimah