Dunia kini tertuju pada Islamabad, Pakistan, lokasi di mana Amerika Serikat (AS) dan Iran dijadwalkan bertemu dalam perundingan tingkat tinggi pada Jumat (10/4/2026).
Pertemuan di Islamabad ini bukan sekadar formalitas, melainkan palagan adu kuat diplomasi. Iran hadir dengan 10 poin kedaulatan yang dirancang untuk memastikan keamanan permanen dan penghentian gangguan eksternal. Di sisi lain, Amerika Serikat tetap kokoh dengan 15 poin tuntutan yang memaksa Teheran untuk tetap berada dalam koridor aturan main Washington.
Pertemuan ini menyusul pengumuman resmi gencatan senjata yang disepakati kedua belah pihak pada Rabu (8/4/2026), sebuah langkah krusial untuk menghentikan sementara bara perang di Timur Tengah.
Teheran bersikeras menuntut pengakuan hak nuklir dan penarikan total pasukan asing dari wilayah Timur Tengah. Sementara itu, pemerintahan Donald Trump tetap fokus pada strategi pengerdilan kekuatan militer Iran guna memastikan dominasi AS di kawasan Teluk tetap tidak tertandingi.
Dunia kini menanti dengan napas tertahan. Akankah meja perundingan di Islamabad melahirkan perdamaian hakiki, ataukah hanya sekadar "napas buatan" sebelum kedua negara kembali ke palagan peperangan yang lebih dahsyat?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Mannisa Elfira Putri Aji Suharno
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#global #perang ##kompascomlab #GencatanSenjata #ASvsIran #Pakistan #China
Music: Final Boss - Myuu
Artikel terkait:
https://www.kompas.com/tren/read/2026/04/08/140000365/rincian-proposal-10-poin-iran-yang-akan-dibahas-dengan-as-apa-saja-?page=all#page2
https://www.kompas.com/tren/read/2026/03/27/061500465/munculnya-15-poin-proposal-as-dan-7-syarat-damai-iran--?page=all#:~:text=Isi Proposal 15 Poin AS,energi nuklir sipil di Bushehr