Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuding Bank Dunia (World Bank) telah melakukan dosa besar.
Sebab, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia turun ke 4,7 persen, dari perkiraan sebelumnya 4,8 persen.
Prediksi ini jauh dari target yang ingin dicapai Purbaya, yakni 6 persen pada 2026.
"Triwulan pertama saja 5,5-5,56 atau lebih. Berarti World Bank menghitung kita (Indonesia) mau resesi, turun ke bawah sekali. Saya pikir World Bank salah hitung," ujar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Kamis (9/4/2026).
Purbaya yakin World Bank mengubah prediksinya karena dampak harga minyak dunia yang melambung akibat perang di Timur Tengah.
Menurut dia, World Bank akan kembali mengubah prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia setelah harga minyak kembali normal.
"Tapi dia (World Bank) telah melakukan dosa besar, dia menimbulkan sentimen negatif ke kita. Nanti kita tunggu permintaan maaf dari mereka," kata Purbaya..
Purbaya lalu menyebut bahwa dirinya bersama Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Mungkin World Bank belum tahu jurus rahasia saya, bukan, (maksudnya) jurus rahasia Pak Prabowo. Bukan (jurus rahasia) saya, tapi Pak Prabowo," ucap dia.
Simak selengkapnya dalam tayangan berikut ini.
Penulis: Ahmad Zilky
Video Jurnalis: Ahmad Zilky
Penulis Naskah: Ahmad Zilky
Video Editor: Ahmad Zilky
Produser: Nursita Sari
#purbaya #ekonomi #PertumbuhanEkonomi #BankDunia #WorldBank #vjlab