JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar hukum tata negara Feri Amsari melontarkan kritik langsung terhadap cara pandang pemerintah dalam merespons publik.
Ia menegaskan, dalam demokrasi, masyarakat tidak memiliki kekuasaan selain menyampaikan pendapat.
“Sebaliknya harusnya menurut saya, presidenlah belajar mengerti apa yang dirasakan publik,” ujarnya.
Feri juga menyoroti narasi yang berkembang soal makar, yang dinilai berlebihan. Feri mengkritik gaya komunikasi Presiden yang dinilai memunculkan kebingungan publik.
Ia bahkan menilai sejumlah kebijakan terkesan tidak terencana. Seperti gentengisasi yang dinilai tidak ada visi misi.
Di sisi lain, Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari mengatakan ketika ada penggalangan massa, demonstran, dan tidak terkendali, hal-hal semacam itu bisa terjadi.
“Dan pada titik itu, apa lagi kalau bukan makar namanya? Jadi sah-sah saja kalau ada yang mengatakan makar,” ujar Qodari.
Bagaimana menurut Anda?
#kritik #prabowo #saifulmujani
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/661746/debat-panas-feri-amsari-vs-qodari-soal-kritik-dan-makar-hingga-gaya-komunikasi-prabowo-satu-meja