Kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu resmi diberlakukan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meski ketegangan sedikit mereda, laporan intelijen menunjukkan bahwa Teheran memiliki keunggulan strategis dalam kecepatan pemulihan militer yang jauh melampaui kemampuan logistik Washington.
Berdasarkan analisis intelijen terbaru, pasukan Singa Persia dilaporkan mampu memulihkan bunker rudal dan instalasi bawah tanah yang sempat hancur hanya dalam hitungan jam setelah serangan udara. Kecepatan pemulihan yang luar biasa ini kontras dengan kondisi militer AS yang dinilai tidak memiliki waktu cukup untuk mengisi kembali stok amunisi kritis dan memperbaiki armada jet tempur.
Kesenjangan kecepatan pemulihan ini kini menjadi alarm bahaya bagi Pentagon. Jeda pertempuran yang dimaksudkan untuk diplomasi justru memberikan "napas baru" bagi Teheran untuk kembali ke posisi siaga penuh. Di sisi lain, industri pertahanan Amerika Serikat dilaporkan tengah kewalahan menghadapi krisis material dan hambatan rantai pasokan global yang menghambat produksi senjata secara instan.
Lantas, bagaimana taktik rahasia Iran hingga mampu memulihkan kekuatan tempurnya hanya dalam hitungan jam di tengah puing reruntuhan? Seberapa kritis sebenarnya kondisi gudang senjata Amerika Serikat yang kini mulai menunjukkan kelumpuhan logistik di tengah perang atrisi ini?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Inas Rifqia Lainufar Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti Narator: Daniel Kalis Jati Mukti Video Editor: Daniel Kalis Jati Mukti Produser: Marvel Dalty