KOMPAS.TV - Produsen tempe di sejumlah daerah kini menghadapi tekanan ekonomi, akibat melonjaknya harga bahan baku kedelai di pasaran. Imbasnya, ukuran tempe diperkeecil.
Kenaikan harga kedelai impor berdampak bagi produksi tempe di Kota Makassar.
Salah satunya di produsen tempe di Kecamatan Makassar, Kelurahan Bara-Barayya, mengaku harga kedelai mahal.
Sebelumnya, ia membeli kedelai 1 juta 50 ribu rupiah untuk 150 kilogram, dan kini mencapai 1 juta 650 ribu rupiah untuk 150 kilogram.
Ukuran tempe pun terpaksa diperkeil, mengantisipasi kerugian produksi, karena dirinya tidak menaikkan harga.
Sementara pembeli mengaku tak mempermasalahkan ukuran tempe yang diperkeil, dampak naiknya harga kedelai.
Kenaikan harga kedelai impor juga berdampak pada perajin tempe di Kota Madiun, Jawa Timur.
Produsen terpaksa menyiasati produksi agar tidak merugi, dengan cara mengurangi ukuran tempe tanpa menaikkan harga jual, agar pembeli tak menurun.
Harga kedelai impor di Kota Madiun juga naik.
Jika sebelumnya harga kedelai impor 960 ribu rupiah per kuintal, kini tembus 1 juta 100 ribu rupiah per kuintal.
Produsen tempe hanya bisa berharap harga kedelai impor bisa stabil seperti sebelumnya, agar produksi tempe terus berjalan.
#tempe #ukurantempe #kedelai
Baca Juga Tanam Pohon di Kawasan Hutan Coban Talun, Upaya Kembalikan Hutan di https://www.kompas.tv/regional/661639/tanam-pohon-di-kawasan-hutan-coban-talun-upaya-kembalikan-hutan
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/661642/harga-kedelai-mahal-produsen-tempe-pilih-kecilkan-ukuran-sapa-siang