KOMPAS.TV - Ratusan sopir taksi memprotes kenaikan harga BBM imbas perang di Timur Tengah.
Di Brussel, massa memblokade jalan sehingga menyebabkan kemacetan. Sementara di Kamboja, sopir tuktuk berkumpul di depan gedung perkantoran dan memblokade jalan.
Ratusan sopir taksi menggelar aksi protes dengan memblokade jalan di sepanjang Boulevard Pacheco, Brussels, Belgia.
Mereka membunyikan klakson mobil dan memicu kemacetan panjang di jalan tersebut.
Protes digelar terkait kenaikan biaya platform dan lonjakan harga bahan bakar selama perang di Timur Tengah.
Menurut mereka, kondisi ini tidak adil dan sangat berdampak pada mata pencaharian mereka.
Unjuk rasa juga digelar puluhan sopir tuktuk di Phnom Penh, Kamboja. Massa berkumpul di depan gedung perkantoran dan memblokade jalan.
Dalam aksinya, pengemudi tuktuk ini menuntut tarif yang adil di tengah melonjaknya harga bahan bakar dampak konflik di Timur Tengah.
Gangguan pada pasokan BBM di Kamboja ini terjadi setelah perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran pada 28 Februari.
Perang tersebut menyebabkan harga energi global melonjak lantaran gangguan distribusi dampak penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia.
#perang #selathormuz #kamboja #belgia
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/661114/bbm-naik-dampak-perang-timur-tengah-sopir-taksi-di-belgia-tuktuk-di-kamboja-gelar-aksi-protes