KOMPAS.TV - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah tegas terkait penugasan pasukan penjaga perdamaian, termasuk kemungkinan penghentian misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
SBY mendukung langkah Presiden Prabowo yang mendesak PBB melakukan investigasi serius atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon.
Ia menjelaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak dipersenjatai secara kuat dan tidak memiliki mandat untuk terlibat dalam pertempuran.
Menurut SBY, saat ini pasukan penjaga perdamaian, termasuk kontingen Indonesia, berada di wilayah konflik atau zona perang.
Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena berpotensi menjadikan pasukan sebagai korban dalam pertempuran yang tengah berlangsung.
Baca Juga Momen Prabowo Beri Penghormatan Terakhir ke 3 Prajurit TNI yang Gugur Lebanon, Kecam Serangan! di https://www.kompas.tv/nasional/661098/momen-prabowo-beri-penghormatan-terakhir-ke-3-prajurit-tni-yang-gugur-lebanon-kecam-serangan
#sby #tni #lebanon #unifil #pbb
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/661099/keras-sby-desak-pbb-evaluasi-misi-pbb-buntut-3-tni-gugur-di-lebanon-prajurit-di-war-zone