IRAN, KOMPAS.TV - Asap tebal membubung melintasi perbatasan di tengah laporan serangan ke kota pelabuhan Khoramshahr di Iran pada Jumat malam.
Serangan ke kota pelabuhan ini terjadi tak lama setelah Amerika Serikat menghancurkan jembatan tertinggi Iran di Karaj.
Aksi serangan ini juga terjadi tak lama setelah Donald Trump mengancam akan mengembalikan Iran ke “zaman batu”.
Sementara itu, di wilayah utara dan barat Tehran, kepulan asap terlihat membubung menyusul laporan serangan udara terhadap ibu kota Iran tersebut.
Menurut media pemerintah Iran, serangan tersebut menargetkan sekitar Bandara Mehrabad dan Shahid Beheshti University, serta kawasan Velenjak dan Teylu.
Baik Washington maupun militer Israel belum mengonfirmasi telah melakukan serangan terhadap Teheran.
Para atlet dan pejabat olahraga Iran mengunjungi Kompleks Olahraga Azadi di Teheran pada Jumat kemarin.
Mereka meninjau sisa-sisa fasilitas olahraga yang dulu ramai, setelah mengalami kerusakan parah akibat perang yang sedang berlangsung di Iran.
Kerumunan orang terlihat bergerak melintasi fasilitas yang rusak, di tengah struktur yang runtuh dan puing-puing yang berserakan.
Stadion Azadi yang berkapasitas 12 ribu penonton merupakan venue olahraga ikonik yang dibuka untuk Asian Games 1974 dan dikenal karena desain tekniknya yang unik, termasuk empat tiang penyangga yang membentang seluas 20 ribu meter persegi.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Pesan Paskah Trump di Tengah Pencarian Pilot AS: Kejahatan dan Keburukan Tak Akan Menang di https://www.kompas.tv/internasional/660912/pesan-paskah-trump-di-tengah-pencarian-pilot-as-kejahatan-dan-keburukan-tak-akan-menang
#as #iran #israel #perang #timurtengah
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/660913/serangan-as-sasar-kota-pelabuhan-bandara-mehrabad-hingga-universitas-di-iran-kompas-petang