:

WFH Tak Cukup Redam Krisis Energi, Ekonom: Pelayanan Publik Bisa Turun | ROSI

2 hari lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ekonom Senior INDEF, Aviliani menilai kebijakan WFH hanya bersifat sementara dan tidak signifikan dalam menekan konsumsi energi.

Ia juga mengingatkan, kebijakan ini bisa berdampak pada kualitas layanan publik jika tidak disiapkan dengan baik.

Menurut Aviliani, pemerintah perlu memastikan kesiapan sistem sebelum menerapkan kebijakan tersebut. 

Sementara itu, Kepala Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45), Jaleswari Pramodhawardani, menyoroti pentingnya transparansi pemerintah dalam menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada publik. 

Ia mengingatkan, komunikasi yang tidak terbuka justru dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian di tengah masyarakat.

“Ini bukan bicara soal informasi yang harus diterima masyarakat, tapi ini bicara soal kepercayaan. Jangan sampai rakyat itu merabah-rabah apa sebenarnya yang sedang terjadi,” ujarnya. 

Ia juga mengingatkan bahwa narasi yang menenangkan tanpa kesiapan justru bisa menjadi ancaman di kemudian hari. Menurut Jaleswari, dampak krisis energi global tidak bisa dihindari dan hanya tinggal menunggu waktu untuk dirasakan di dalam negeri.

Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/9DI00APczvU 

 

#iran #USA #indonesia 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/660836/wfh-tak-cukup-redam-krisis-energi-ekonom-pelayanan-publik-bisa-turun-rosi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke