KOMPAS.TV - Iran secara terbuka mengancam akan menyerang perusahaan-perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang dianggap terlibat dalam operasi militer dan sistem perang berbasis teknologi.
Sejumlah nama besar seperti Google, Apple, Microsoft, hingga NVIDIA masuk dalam daftar target. Bahkan, Iran menyebut mereka sebagai "target sah" dan meminta pegawai untuk meninggalkan kantor di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini menandai pergeseran besar dalam konflik modern, di mana perusahaan teknologi sipil kini masuk dalam arena perang, baik secara fisik maupun siber. Lalu, apa makna ancaman ini dalam konteks geopolitik global?
Apakah dunia sedang memasuki era perang baru di mana data dan teknologi menjadi senjata utama? Untuk membahasnya, telah hadir bersama kami Tia Mariatul, dosen Hubungan Internasional Binus University, dan Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber.
#IRAN #as-israel #trump
Baca Juga [FULL] Dosen HI Unpad Soroti soal Pernyataan Trump yang Akan Kembalikan Iran ke Zaman Batu di https://www.kompas.tv/internasional/660760/full-dosen-hi-unpad-soroti-soal-pernyataan-trump-yang-akan-kembalikan-iran-ke-zaman-batu
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/660761/full-pakar-keamanan-siber-dosen-hi-soal-perusahaan-teknologi-sipil-as-jadi-target-iran