:

Hari ke-34 Konflik Iran, Akademisi: Kawasan Teluk Mulai Ragu pada Perlindungan AS | ROSI

9 jam lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kini memasuki hari ke-34. Situasi tidak lagi sederhana sebagai konflik dua pihak, melainkan mulai bergeser ke dinamika kawasan yang lebih luas.

Kepala Laboratorium Indonesia 2045 (LAB45), Jaleswari Pramodhawardani menilai karakter perang saat ini mengalami perubahan signifikan. 

Menurut Jaleswari, pendekatan lama dengan menargetkan pemimpin tidak lagi efektif. Meski sejumlah tokoh penting Iran disebut tewas, struktur kepemimpinan tetap berjalan tanpa kekosongan.

"Saya rasa ini ada karakter perang yang mungkin berubah. Kalau dulu ketika menaklukkan Khadafi dan Saddam Hussein itu Amerika percaya memangkas kepalanya pasti akan menyelesaikan semua persoalan pergantian rezim dan lain-lain. Tetapi ternyata tidak," katanya. 

Di sisi lain, negara-negara kawasan Teluk mulai mempertanyakan efektivitas perlindungan Amerika Serikat. Ketegangan juga meningkat di Selat Hormuz. Namun hingga kini, NATO dinilai belum mengambil langkah militer konkret.

Menurutnya, Indonesia tidak secara langsung akan kena bom dari Israel atau rudal Iran. Tetapi kalau ini terus berlanjut, kemudian ada krisis energi dan lain-lain, ini akan berdampak bagi Indonesia. 

Ia mencontohkan dampak konflik global bahkan mulai terasa di dalam negeri, salah satunya melalui kepanikan akibat informasi yang tidak benar.

Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/9DI00APczvU  

 

#iran #USA #indonesia 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/660639/hari-ke-34-konflik-iran-akademisi-kawasan-teluk-mulai-ragu-pada-perlindungan-as-rosi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke