KOMPAS.TV - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan prajurit TNI yang gugur saat bertugas bersama pasukan perdamaian di Lebanon akan segera dipulangkan.
Panglima TNI memastikan prajurit yang gugur di Lebanon akibat serangan Israel akan diberikan hak-haknya, mulai dari kenaikan pangkat luar biasa (KPLB), asuransi Asabri senilai 350 juta rupiah, hingga beasiswa sekolah untuk anak prajurit TNI yang gugur sebesar 30 juta rupiah. Gaji juga akan diberikan penuh 100 persen selama 12 bulan beserta tabungan hari tua, terhitung sejak yang bersangkutan bertugas di militer.
Hal itu diungkapkan Panglima TNI saat mengunjungi keluarga prajurit yang gugur, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, di Cimahi, Jawa Barat.
Serangan mematikan ke pasukan perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, dikecam seluruh kalangan di dunia. Sekjen PBB, Antonio Guterres, mengutuk serangan Israel di dekat markas besar UNIFIL di Naqoura yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI bertugas dalam misi perdamaian.
Pernyataan Guterres disampaikan dalam konferensi pers selama KTT ASEAN di Vientiane pada hari Jumat (27/3/2026).
Guterres juga mengatakan bahwa serangan melanggar hukum humaniter internasional, sehingga pasukan penjaga perdamaian harus dilindungi oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik. Insiden ini tidak dapat ditoleransi dan tidak boleh terulang.
#kttasean #panglimatni #lebanon #tni
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/660481/sekjen-pbb-kutuk-serangan-ke-unifil-panglima-tni-siapkan-hak-keluarga-prajurit-gugur-di-lebanon