Di tengah guncangan pasar global akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran, China muncul sebagai negara yang paling siap menghadapi risiko gangguan pasokan minyak dunia.
Beijing menegaskan bahwa negara tersebut mampu menjaga stabilitas domestiknya atau secara metaforis disebut tetap memegang "mangkuk nasi" sendiri di tengah ketidakpastian global.
Krisis ini merupakan imbas dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu, yang kemudian direspons Teheran dengan memblokade jalur pelayaran bagi 20 persen pasokan minyak global tersebut.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Danur Lambang Pristiandaru Penulis Naskah: Bernadetha Nadia Deni Ananda Narator: Bernadetha Nadia Deni Ananda Video Editor: Dina Rahmawati Produser: Farid Firdaus