Isu peningkatan harga dan kelangkaan BBM menjadi persoalan di Indonesia. Sejumlah warga memiliki reaksi beragam dalam menanggapi hal tersebut.
Hilmy (40), seorang warga mengaku sangat mengandalkan kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Dengan jarak tempuh sekitar 8 kilometer dari rumah menuju kantor, kendaraan pribadi menjadi satu-satunya pilihan di tengah ketiadaan akses transportasi umum di sekitar tempat tinggalnya.
"Menurut saya membawa kendaraan pribadi itu sangat penting, karena rumah saya bukan jalur kendaraan umum. Jadi sulit sekali kalau harus pakai angkutan umum. Paling pas dan cepat memang pakai kendaraan pribadi," ujar Hilmy kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2026).
Terkait ramainya isu kenaikan harga dan ancaman kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belakangan dikaitkan dengan konflik di Timur Tengah, Hilmy mengaku sudah mengetahui kabar tersebut. Meski demikian, ia merasa tidak terlalu panik dengan situasi yang ada.
"Terus terang saya tidak khawatir, karena saya menggunakan motor. Motor itu diisi 1 atau 2 liter saja sudah bisa dipakai untuk beberapa hari," jelasnya.
Kendati demikian, Hilmy tetap menyiapkan langkah antisipasi. Ia mulai membatasi mobilitas harian yang dirasa tidak mendesak. Jika sebelumnya ia kerap bepergian di luar rutinitas kerja, kini ia memilih untuk lebih selektif dalam menggunakan kendaraan bermotor. Bahkan, sebagai alternatif jangka panjang, ia sudah mempertimbangkan untuk beralih menggunakan sepeda jika situasi kelangkaan BBM benar-benar terjadi.
Simak selengkapnya dalam berikut ini.
Penulis: Siti Laela Malhikmah
Video Jurnalis: Siti Laela Malhikmah
Video Editor: Siti Laela Malhikmah
Produser: Abba Gabrillin
#BBM #PerangIran #KelangkaanB #Energi #News #vjlab voxpopkcm