Amerika Serikat bisa malu, jika Presiden Donald Trump benar-benar mengambil opsi mengakhiri perang tanpa membuka Selat Hormuz. Hal itu terungkap dalam laporan The World Street Journal, Senin (30/3/2026).
Trump kini dihadapkan pada situasi sulit, maju kena, mundur kena. Keputusan ini terasa sangat ironis karena Pentagon justru baru saja mengerahkan 17 ribu pasukan tambahan ke wilayah tersebut. Trump seakan ingin kabur dari palagan peperangan di saat ribuan kapal dari negara sekutunya terjebak di selat sempit yang menyandera pasokan energi dunia.
Sejumlah analis menilai langkah Trump ini bisa menjadi noda besar bagi Amerika Serikat di depan mata internasional. Meskipun di sisi lain, memaksakan konfrontasi darat justru dinilai sebagai rencana bunuh diri yang hanya akan mengulang trauma perang masa lalu.
Lantas, mengapa Trump mulai kehilangan nyali untuk membuka jalur pelayaran vital tersebut? Bagaimana Iran berhasil menjebak sang adidaya dalam perang pilihannya sendiri?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Irawan Sapto Adhi, Singgih Wiryono
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#global #perang ##kompascomlab #Iran #SelatHormuz #DonaldTrump
Music: Inception - Aakash Gandhi
Artikel terkait:
https://nasional.kompas.com/read/2026/03/28/14125051/dua-kapal-pertamina-tertahan-ri-iran-bahas-teknis-lintasi-selat-hormuz
https://www.kompas.com/tren/read/2026/03/30/070000665/iran--soal-selat-hormuz-dunia-silakan-minta-pertanggungjawaban-ke-as-dan#google_vignette