JAKARTA, KOMPAS.TV - Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia menemui M. Isnur, Ketua Umum YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia). Secara eksklusif, Dipo diajak melihat langsung studio podcast yang Andrie datangi tepat sebelum kejadian.
Isnur khawatir peristiwa penyiraman air keras hanya dilokalisasi kepada pelaku lapangan dan tidak terungkap sampai ke level pemberi komando. Padahal, menurutnya tidak mungkin prajurit TNI bergerak tanpa komando.
“Itu adalah modus lama. Peristiwa pembunuhan Munir, penyiraman air keras ke Novel, itu modusnya. Selalu ditutup hanya untuk pelaku lapangan,” katanya.
“Nah, ketika disegerakan diperiksa di Danpuspom, kami melihat yang sama. Jadi kami khawatir ini tidak diungkap sampai level yang memberi komando. Karena dalam struktur TNI, tidak mungkin seseorang prajurit, apalagi perwira, bergerak tanpa komando,” ungkapnya lagi.
Isnur menyebut, kejadian ini seperti “duri dalam daging” karena terduga pelaku yang telah diungkap merupakan anggota BAIS (Badan Intelijen Strategis). Menurutnya, Kabais TNI menyerahkan jabatan hanya langkah awal, bukan solusi.
YLBHI mendesak Presiden Prabowo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Independen.
“kita harus bilang bahwa copot para pejabat yang bertanggung jawab. Jangan ada duri dalam daging di tubuh BAIS, di tubuh Panglima TNI, di tubuh TNI,” tegasnya.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/S-4R3MPzfss?si=rtKCwX1CA1UuVHvO
#andrieyunus #aktivis #korban
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/660048/ylbhi-kasus-andrie-yunus-mirip-munir-dan-novel-jangan-berhenti-di-pelaku-lapangan-dipo